Dari Bali ke Turki, Kisah Perempuan Bali yang Menjadi Terapis Spa di Kusadasi

Terapis spa asal Bali Ni Kadek Lestari (25) berpose di depan spa bersama manajernya, Chaila asal Turki. PHOTO: netizenbali.com

TURKI, NETIZENBALI.com - Bali yang dikenal sebagai pulau dewata memiliki salah satu keunggulan yaitu tenaga kerja asal Bali, kemampuan mereka sebagai terapis spa diminati oleh banyak negara, termasuk Turki.

Menurut data dari Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, pada tahun 2020 terdapat 3.984 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali yang bekerja di luar negeri, dengan 1.634 di antaranya bekerja di kapal pesiar. Sebagian dari mereka bekerja sebagai terapis spa, yang memiliki keterampilan dan sopan santun yang diakui oleh dunia.

Salah satu tempat yang menjadi tujuan favorit para pekerja migran Bali adalah Ira Spa Kusadasi, sebuah pusat perawatan tubuh dan kecantikan yang terletak di kota Kusadasi, Turki.

Ira Spa Kusadasi menawarkan berbagai macam layanan spa, seperti pijat, lulur, masker, sauna, dan jacuzzi. Selain itu, Ira Spa Kusadasi juga menyediakan fasilitas lain, seperti salon rambut, dan kolam dalam ruangan yang berlokasi di lantai bawah Hotel Signature Blue Resort, Kusadasi.

Menurut pemilik Ira Spa Kusadasi, Ira Yilmaz, alasan mengapa ia memilih tenaga kerja asal Bali adalah karena mereka memiliki pengalaman dan profesionalisme yang tinggi dalam bidang spa. Ia juga mengapresiasi sikap ramah dan sabar mereka dalam melayani pelanggan.

“Tenaga kerja asal Bali sangat cocok untuk bekerja di spa kami. Mereka memiliki pengetahuan dan teknik yang baik dalam melakukan perawatan tubuh. Mereka juga sangat ramah dan sabar dengan pelanggan kami, yang berasal dari berbagai negara dan budaya. Kami sangat puas dengan kinerja mereka,” ujar Ira Yilmaz.

Ira Yilmaz menambahkan bahwa ia telah bekerja sama dengan beberapa agen penempatan pekerja migran Indonesia di Bali untuk merekrut tenaga kerja asal Bali. Ia mengatakan bahwa proses rekrutmen berjalan lancar dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kami bekerja sama dengan beberapa agen penempatan pekerja migran Indonesia di Bali, Kami mengikuti semua aturan dan persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dan Turki,” tutur Ira Yilmaz.

Sementara itu, salah satu pekerja migran asal Bali yang bekerja di Ira Spa Kusadasi, Ni Kadek Lestari (25), mengaku senang dan bangga bisa bekerja di Turki. Ia mengatakan bahwa ia mendapatkan penghasilan yang cukup untuk membantu keluarganya di Bali.

“Saya senang bisa bekerja di Ira Spa Kusadasi. Saya mendapatkan gaji yang lumayan, ditambah dengan tip dari pelanggan. Saya juga bisa belajar bahasa dan budaya Turki. Saya bangga bisa membawa nama baik Bali ke luar negeri,” kata Ni Kadek Lestari kepada netizenbali.com, Kamis (5/10/2023).

Perempuan asal Bedulu, Gianyar ini mengaku tidak mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja dan hidup di Turki. Ia mengatakan bahwa ia mendapatkan dukungan dan bantuan dari rekan-rekan kerjanya yang juga berasal dari Bali.

“Di sini ada sekitar 50 lebih orang pekerja migran asal Bali yang bekerja di Ira Spa Kusadasi. Kami saling membantu dan mendukung satu sama lain. Kami juga sering berkumpul dan berkomunikasi dengan keluarga kami di Bali melalui video call atau media sosial,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu tantangan yang ia hadapi adalah persaingan dengan pekerja migran asal negara lain, seperti Filipina, Thailand, dan Vietnam. Ia mengatakan bahwa ia harus terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keterampilannya agar bisa bersaing.

“Persaingan di sini cukup ketat, karena banyak pekerja migran asal negara lain yang juga bekerja di spa. Mereka juga memiliki keterampilan dan pengalaman yang baik. Saya harus terus belajar dan berusaha agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan,” jelas Ni Kadek Lestari.

Meski demikian, ia mengaku tidak pernah menyerah dan selalu optimis. Ia berharap bisa bekerja di Ira Spa Kusadasi selama mungkin dan mengembangkan karirnya di bidang spa.

“Saya punya cita-cita untuk menjadi manajer spa di sini. Saya ingin membuktikan bahwa tenaga kerja asal Bali bisa sukses di luar negeri. Saya juga ingin membawa pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan di sini ke Bali, dan membuka usaha spa sendiri,” pungkas Ni Kadek Lestari.

Turki adalah negara dengan ibu kota Ankara terkenal memiliki banyak destinasi wisata yang menarik. Bahkan, sebanyak 21 situs di Turki terdaftar sebagai Daftar Warisan Dunia UNESCO. Tidak hanya tempat wisata, Turki juga memiliki banyak pilihan kuliner menarik untuk dicicipi.

Kabar baiknya, para pelancong asal Indonesia tidak memerlukan visa untuk mengunjungi Turki dan mendapat masa tinggal 30 hari. (NB)


TAGS :

Related Articles

- Story: Tourists Enjoy Balinese Culture at Besakih Temple

- Noel Robinson, Seleb TikTok yang Nge-Dance di Bali

- Ngurah Oka, Sosok Dibalik Mengudaranya Gema Merdeka yang 'Ngetrend'

- Jokowi to Farel Prayoga: don't forget to study and go to high school

- Cerita Ketut Arta, dari Penyiar Radio hingga Jadi Kreator Radio Streaming   

Komentar