Jurnalis Alit Sukarta Berbagi Ilmu Kehumasan dan Publikasi Digital di UHN Sugriwa Denpasar

  • Reporter : Tim Pewarta
  • Editor : Eka J. Artawan
Alit Sukarta Kupas Strategi Publikasi Digital di UHN Sugriwa. (FOTO: ist/ nb)

DENPASAR, NETIZENBALI.COM – Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menggelar Pelatihan Kehumasan dan Publikasi Digital bertema “Optimalisasi Publikasi Digital Kampus Berbasis Asta Protas Kemenag”, Jumat (31/7).Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti ratusan peserta dari lingkungan kampus.

Pelatihan ini menghadirkan jurnalis Nyoman Alit Sukarta, S.Sos.H., M.I.Kom., sebagai narasumber utama. Selain itu, panitia yang dipimpin I Nyoman Surpa Adi Sastra, S.H.H., M.Ag., juga mengundang Tenaga Ahli Diskominfo Tabanan, I Made Argawa, S.Sos.H., M.I.Kom., untuk berbagi wawasan mengenai strategi publikasi digital.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UHN Sugriwa Denpasar, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peran humas di era digital dan keterbukaan informasi telah mengalami perubahan yang sangat signifikan.

“Di era digital dan keterbukaan informasi ini, humas bukan lagi sekadar corong informasi, tetapi humas adalah jantung, urat nadi, sekaligus wajah kampus UHN Sugriwa,” tegasnya.

Mantan Ketua PHDI Bali tersebut berharap UHN Sugriwa dapat menjadi lembaga pendidikan rujukan utama dalam pemberitaan terkait pendidikan agama Hindu di Indonesia. Ia juga mendorong seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan hingga selesai agar semakin profesional dan mampu mengikuti perkembangan teknologi digital.

“Sebagai rektor, saya mengharapkan para peserta dapat mengikuti pelatihan ini sampai akhir, semakin solid, dan makin profesional,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sesi bertajuk “Tips Menulis Berita (Cetak/Online)”, Nyoman Alit Sukarta membagikan pengalaman dan pengetahuannya mengenai transformasi dunia jurnalistik dari media cetak menuju platform digital.

Alumni Magister Ilmu Komunikasi Hindu IHDN Denpasar, yang kini menjadi UHN Sugriwa, itu menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), telah memberikan banyak kemudahan dalam proses kerja jurnalistik.

Meski demikian, Alit mengingatkan bahwa penggunaan AI harus tetap dibarengi dengan pengawasan dan sentuhan manusia.

“Intinya, pemanfaatan AI itu untuk mempermudah pekerjaan, bukan menyerahkan seluruh pekerjaan secara total kepada AI. Jangan dimanfaatkan 100 persen, tetap perlu ada sentuhan manusia dalam penyelesaiannya,” tegasnya.

Pelatihan yang dipandu oleh Made Ika Kusuma Dewi, S.I.Kom., M.I.Kom., sebagai moderator tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan kehumasan dan publikasi digital sivitas akademika UHN Sugriwa dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital. (*)


TAGS :

Related Articles

- Damai Itu Terjadi Jika Ada Trust di Antara Kita, Bali Jadi Ruang Refleksi Perdamaian

- Emmanuel Dewata Oja Ingatkan Wartawan Kenali Batas Aman, Risiko Sengketa Hukum Meningkat

- Emanuel Dewata Oja Soroti “Parasitisme Konten” Homeless Media, Jangan Asal Repost

- Kemerdekaan Belum Menyapa Nasib Pahlawan Pangan yang Masih Terjebak Kemiskinan

- Di Balik Stan Pijat Pertuni, Ada Kejujuran yang Diam-Diam Menyentuh Hati

Komentar