Tingkat Kelulusan SMP di Jembrana Capai 99,97 Persen, Hanya Satu Siswa Tidak Lulus
- Reporter : admin
- Editor :
JEMBRANA, NETIZENBALI.COM - Hasil kelulusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Jembrana Tahun Ajaran 2025/2026 menunjukkan capaian yang hampir sempurna. Dari total 3.586 siswa yang mengikuti proses penentuan kelulusan, sebanyak 3.585 siswa dinyatakan lulus, sementara satu siswa belum memenuhi persyaratan kelulusan.
Satu-satunya siswa yang tidak lulus tersebut berasal dari SMP Negeri 4 Mendoyo. Keputusan itu diambil setelah pihak sekolah bersama dewan guru melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pembelajaran dan pencapaian akademik siswa yang bersangkutan.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menjelaskan bahwa siswa tersebut tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar selama kurang lebih tiga bulan berturut-turut.
“Karena tidak mengikuti pembelajaran dan seluruh rangkaian evaluasi, maka siswa tersebut tidak memenuhi kriteria akademik yang menjadi dasar kelulusan,” ujar Anom saat ditemui di kantornya.
Menurut Anom, selama masa ketidakhadiran tersebut, siswa tidak mengikuti berbagai tahapan yang menjadi syarat kelulusan, seperti ujian sekolah, Tes Kemampuan Akademik (TKA), maupun asesmen sumatif. Akibatnya, siswa tidak memiliki nilai pada seluruh mata pelajaran yang menjadi komponen penilaian akhir.
Pihak sekolah, kata dia, sebenarnya telah berupaya melakukan berbagai pendekatan agar siswa kembali mengikuti proses pendidikan. Guru bersama petugas Disdikpora bahkan beberapa kali mendatangi kediaman siswa guna mencari solusi terbaik.
Dari hasil komunikasi dengan keluarga, diketahui bahwa siswa tersebut tidak memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur formal. Keluarga pun berharap anak mereka dapat difasilitasi mengikuti pendidikan melalui jalur nonformal.
Anom mengungkapkan, persoalan kedisiplinan dan kehadiran siswa itu sudah terjadi sejak masih bersekolah di SMP Negeri 2 Mendoyo. Karena merasa tertinggal dari teman-temannya, siswa tersebut kemudian mengajukan perpindahan ke SMP Negeri 4 Mendoyo. Namun setelah pindah sekolah, kondisi serupa kembali terjadi sehingga proses pembelajaran tidak dapat dijalani secara optimal.
“Berbagai upaya pembinaan sudah dilakukan dengan melibatkan pihak keluarga, namun hingga saat ini belum menunjukkan perubahan yang signifikan,” katanya.
Dalam beberapa kesempatan, pihak sekolah bahkan mengalami kesulitan untuk bertemu langsung dengan siswa tersebut saat melakukan kunjungan ke rumah. Disdikpora juga sempat menerima informasi bahwa siswa bersangkutan diduga telah bekerja, meski informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Disdikpora berkomitmen membantu siswa tersebut agar tetap memperoleh akses pendidikan melalui jalur nonformal sesuai pilihan dan kesepakatan keluarga.
Dengan demikian, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tetap terbuka, meskipun tidak melalui jalur sekolah formal. Sementara itu, tingkat kelulusan SMP di Jembrana tahun ini tercatat mencapai 99,97 persen, mencerminkan tingginya capaian pendidikan dasar di daerah tersebut. (NB/ tim)
Related Articles
- "Shameful!" Turis Australia Tegur Wisatawan Diduga Buang Sampah di Pulau Padar
- Tak Sekadar MPLS, I Wayan Ariasa Ajarkan Etika Komunikasi hingga Keterampilan Konten Kreator
- Paus Bungkuk 8 Meter Terdampar di Pantai Perancak Jembrana, Tim Gabungan Berupaya Selamatkan
- SJB Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media di Bali, Ancam Kemerdekaan Pers
- Bupati Sanjaya Hadiri Loka Sabha VII MGPSSR, Perkokoh Sinergi Pesemetonan untuk Tabanan Era Baru