Pantai Yeh Leh: Memburu Rumput Laut Sebagai Pangan Sederhana

Rumput laut coklat (tangan kiri) merupakan salah satu jenis rumput laut yang biasa tumbuh di Pantai Yeh Leh, Pengeragoan, Jembrana. PHOTO CREDITS: netizenbali.

JEMBRANA, NETIZENBALI.com - Sudah menjadi tradisi bagi penduduk desa di pesisir selatan pantai Yeh Leh, Pengeragoan, Jembrana untuk memburu rumput laut saat musimnya tiba.

Rumput laut adalah salah satu sumber penghasilan dan pangan bagi mereka, selain ikan dan kerang. Ada berbagai jenis rumput laut yang bisa dikonsumsi, salah satunya rumput laut coklat yang memiliki rasa, tekstur, dan khasiat yang berbeda.

Setiap tahun, sekitar bulan September - Oktober rumput laut mulai tumbuh subur di perairan sekitar desa. Penduduk desa pun bersiap-siap untuk memanennya dengan peralatan sederhana, seperti pisau, gunting, keranjang, dan karung.

Mereka memburu dengan berjalan kaki saat air surut. Mereka mencari rumput laut yang berkualitas baik, yaitu yang segar, bersih, dan tidak rusak.

"Rumput laut biasanya tumbuh di dekat karang atau batu-batu besar di dasar laut. Ada juga yang mengapung di permukaan air," ujar Yanti kepada netizenbali.com, Sabtu (16/9/2023).

Mereka juga harus hati-hati saat memetiknya, agar tidak merusak ekosistem laut lainnya. Mereka juga harus menghindari binatang-binatang atau ikan berduri yang berbahaya.

Mereka bekerja dengan sigap dan cekatan, sebelum air pasang kembali. Setelah mendapatkan 'hasil panen' yang cukup banyak, mereka kembali ke darat dan membersihkan rumput laut dari pasir, atau kotoran lainnya.

Dengan adanya rumput laut musiman, penduduk desa mendapatkan nilai tambah sebagai makanan sehari-hari. Mereka mengolah rumput laut menjadi berbagai hidangan lezat, seperti sup, salad, tumisan, dan keripik.

Seperti kita ketahui, bahwa rumput laut memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti meningkatkan metabolisme tubuh, menjaga fungsi tiroid, menurunkan kolesterol dan tekanan darah, mencegah anemia dan osteoporosis.

Memburu rumput laut adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi penduduk desa pesisir. Mereka merasakan kebersamaan dan kegembiraan saat memburu bersama-sama di pantai.

Mereka juga merasakan kepuasan dan kebanggaan saat menikmati hasil kerja keras mereka. Mereka berharap agar rumput laut tetap lestari dan melimpah di lautan mereka. (NB)


TAGS :

Related Articles

- Menghindari Sial, 7 Makanan yang Harus Dihindari Saat Perayaan Imlek

- Durian lovers, rejoice! Jembrana offers the best of the “King of Fruits”

- Babi Guling, completely non halal in Bali

- Introducing Daily Social Bali, a New Innovative Dining Destination in Kuta

- Plecing Bulung, a superhero sea leaf with incredible beauty benefits

Komentar